Pertanyaan ini sering muncul, dan jawabannya singkat: serum dulu, baru moisturizer. Tetapi memahami alasannya membuat rutinitas lebih mudah disesuaikan ketika produknya bertambah atau berubah.

Prinsip dasarnya: dari yang paling ringan ke yang paling kaya

Hampir semua urutan skincare mengikuti satu aturan sederhana: pakai produk dari tekstur yang paling ringan dan berbasis air, lalu lanjutkan ke yang lebih kental dan lebih berminyak.

Alasannya praktis. Produk yang ringan dan encer lebih mudah menyebar dan menyerap ketika kulit masih "bersih". Produk yang lebih kaya, seperti krim, membentuk lapisan di permukaan kulit. Kalau krim dipakai lebih dulu, serum yang dioleskan setelahnya akan tertahan di atas lapisan itu dan sebagian besar terbuang.

Karena itu, serum (ringan, terkonsentrasi) selalu berada sebelum moisturizer (lebih kaya, bertugas mengunci).

Urutan pagi

  1. Pembersih. Bersihkan wajah dengan lembut. Di pagi hari, air atau pembersih yang sangat ringan sering kali sudah cukup.
  2. Toner atau essence, jika memakainya. Langkah ini opsional.
  3. Serum. Oleskan beberapa tetes ke seluruh wajah dan leher. Tunggu sebentar sampai terasa meresap, biasanya kurang dari satu menit.
  4. Moisturizer. Gunakan secukupnya, kira-kira seukuran kacang polong untuk wajah, dan ratakan sampai leher.
  5. Tabir surya. Selalu jadi langkah terakhir di pagi hari, dengan jumlah yang cukup. Ini langkah yang paling sering dilewatkan, padahal paling berpengaruh dalam jangka panjang.

Urutan malam

  1. Pembersih. Kalau memakai tabir surya atau makeup, membersihkan dua tahap (pembersih berbasis minyak lalu berbasis air) membantu mengangkatnya dengan tuntas tanpa menggosok.
  2. Toner atau essence, jika memakainya.
  3. Serum.
  4. Moisturizer.

Di malam hari tidak ada tabir surya, sehingga moisturizer menjadi langkah penutup. Kalau memakai bahan aktif yang lebih kuat seperti retinoid atau asam eksfoliasi, biasanya bahan itu dipakai di malam hari dan tidak setiap hari, sehingga malam adalah waktu yang tepat untuk memberi kulit "jeda" dengan rutinitas yang sederhana.

Berapa banyak dan berapa lama menunggu?

Jumlah. Serum umumnya cukup dua sampai tiga tetes, atau sesuai petunjuk produk. Lebih banyak tidak membuat hasilnya lebih cepat, hanya membuat lapisan berikutnya sulit menempel.

Jeda. Tidak perlu menunggu lama antar langkah. Cukup sampai lapisan sebelumnya tidak lagi terasa basah. Kalau serum dan moisturizer "menggulung" (pilling) saat digosok, itu tanda produk sebelumnya belum meresap, atau jumlahnya terlalu banyak.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Melewatkan moisturizer karena kulit berminyak. Kulit berminyak tetap bisa kekurangan air. Yang perlu disesuaikan adalah teksturnya, bukan langkahnya.
  • Menumpuk terlalu banyak serum. Dua atau tiga serum aktif sekaligus meningkatkan kemungkinan iritasi tanpa jaminan manfaat tambahan. Kalau baru memulai, satu serum sudah cukup.
  • Mengganti produk terlalu cepat. Kebanyakan produk perawatan butuh beberapa minggu pemakaian rutin sebelum perbedaannya terlihat.
  • Lupa leher. Serum dan moisturizer bisa diratakan sampai leher; kulit di sana cenderung lebih tipis dan mudah kering.

Kalau kulit sedang terasa perih atau mudah merah, sederhanakan rutinitas ke pembersih, moisturizer, dan tabir surya saja sampai pulih. Penjelasan lengkapnya ada di apa itu skin barrier dan mengapa penting.

Contoh rutinitas dua langkah

Untuk rutinitas yang sederhana, pasangan serum dan krim yang memang dirancang untuk dipakai bersama memudahkan urutannya. Di Happyra, urutannya adalah RadianceLux sebagai serum lebih dulu, lalu BarrierLux sebagai krim pelembap untuk mengunci kelembapan, pagi dan malam. Keduanya tersedia sebagai Barrier Recovery Duo.

Prinsip yang sama berlaku untuk produk apa pun: ringan dulu, kaya kemudian, dan tabir surya di pagi hari.